main image

Tentang Nusa Rempah

Pameran Nusa Rempah berangkat dari prakarsa untuk mendiskusikan kembali pentingnya makna Jalur Rempah dalam kehidupan masyarakat Indonesia hari ini. Jalur Rempah adalah jalur perniagaan dunia yang terjalin di antara pulau-pulau di Nusantara sebelum kedatangan kolonialisme. Makna penting jalur ini tidak hanya terletak pada perdagangan rempah sebagai komoditi, tapi juga pada proses pertukaran dan asimilasi budaya selama beberapa abad di antara peradaban-peradaban maju pada saat itu. Dalam Nusa Rempah, refleksi atas narasi historis seputar jalur rempah tampil melalui karya-karya empat seniman kontemporer Indonesia: Titarubi, kelompok Sembilan Matahari, Bandu Darmawan dan Ng Swan Ti.
Karya-karya dalam pameran ini menggarisbawahi pentingnya Jalur Rempah sebagai sebuah warisan budaya. Menarik mengetahui bagaimana semua seniman yang terlibat dalam proyek ini menampilkan elemen-elemen maritim—kapal, pantai, lautan, pelabuhan, dsb.—dalam karya masing-masing. Nampaknya ada satu hal yang mereka sepakati: bahwa Jalur Rempah adalah bukti historis kemajuan pengetahuan dan kebudayaan maritim Nusantara yang sudah sepatutnya menjadi inspirasi untuk memproyeksikan identitas Indonesia pada hari ini dan masa mendatang. Interaksi antar suku bangsa yang dipicu oleh jalur rempah di masa silam pada akhirnya turut membentuk wajah dunia saat ini.
Penggarapan Nusa Rempah melibatkan diskusi antara empat seniman partisipan dengan sejumlah sejarawan. Dikuratori oleh Agung Hujatnikajennong dan Andi Achdian, pameran ini juga didukung oleh kontribusi pemikiran sejumlah peneliti sejarah yang menekuni ihwal Jalur Rempah: Abdul Rahman Hamid, Fadly Rachman, Gani A. Jaelani dan Yerry Wirawan. Diampu oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nusa Rempah adalah bagian dari perhelatan Pekan Kebudayaan Nasional 2020 https://pkn.id.

SAMBUTAN DIREKTUR PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Om Swastiastu, Namo Budaya.
Puji serta syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat karunianya Pameran daring Nusa Rempah ini dapat terselenggara dengan baik.
Pameran Nusa Rempah yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini merupakan bagian dari Pekan Kebudayaan Nasional (PKN), yang pada tahun ini diselenggarakan secara daring sepanjang 31 Oktober – 30 Nopember 2020. Oleh karena itu pula, Pameran Nusa Rempah pun menyesuaikan menjadi pameran daring melalui website yang terintegrasi dengan platform digital PKN 2020.
Rempah-rempah telah menjadi komoditas penting bagi masyarakat dunia pada masa jauh sebelum kolonialisme merambah dunia. Rempah-rempah menjadi simbol penting peradaban masa lalu. Kepulauan Indonesia adalah penghasil komoditas yang sangat penting tersebut.
Pameran Nusa Rempah bertujuan membangkitkan memori kolektif khalayak tentang sejarah Jalur Rempah Nusantara. Karya-karya di dalamnya diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai nilai penting yang terkandung di dalam Jalur Rempah. Jalur Rempah adalah jalur budaya bahari, sebuah warisan penting yang menguatkan identitas bangsa. Untuk itu, gerakan revitalisasi nilai dan peradaban jalur rempah adalah upaya membangun ekosistem kebudayaan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.
Dalam Nusa Rempah, narasi tentang Jalur Rempah ditampilkan dalam bentuk karya-karya seniman kontemporer Indonesia. Karya-karya yang disajikan adalah garapan seniman-seniman Indonesia yang punya minat pada sejarah Jalur Rempah, yaitu Titarubi, Sembilan Matahari, Bandu Darmawan, dan Ng Swan Ti. Pameran ini diselia oleh kurator seni rupa Agung Hujatnikajennong dan sejarawan Andi Achdian. Terima kasih kepada para seniman dan kurator pameran.
Pameran daring Nusa Rempah diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat dan memberikan dampak positif terhadap pengembangan kebudayaan khususnya kesadaran (awareness) masyarakat mengenai Jalur Rempah, serta dapat menjadi referensi baru bagi para pengunjung pameran, para seniman dan peminat sejarah. Dihelat di tengah berbagai keterbatasan, pameran ini juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tetap bisa berkarya dan menghasilkan buah pemikiran dalam kondisi apapun. Demikian kami sampaikan, semoga bermanfaat, dan selamat menikmati Pameran Nusa Rempah.
Wassalamu’allaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Salam sejahtera.
Dr. Restu Gunawan, M.Hum.

Karya

History Repeats Itself

Photo 360Video
Video VR
Animasi Interaktif
Video EsaiFoto Esai

Pengantar Kuratorial

ESAI JALUR REMPAH